📢 [BISS #06 : 7 Wilayah di indonesia diprediksi akan mengalami panas mendidih di tahun 2023] 📢
Halo Fisika!✨
Beberapa wilayah di Indonesia, diprediksi akan mengalami panas mendidih. Ini disebabkan karena fenomena iklim El Nino.
Sebanyak 7 wilayah RI diperkirakan terkena dampak yang paling parah oleh fenomena iklim kering tersebut.
Daerah yang diperkirakan paling terdampak El Nino adalah Sumatra bagian tengah hingga Selatan, Riau bagian Selatan, Jambi, Lampung, Banten, dan Jawa Barat.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena iklim El Nino akan memicu cuaca panas ekstrem di Indonesia. Puncaknya ada di periode Agustus hingga Oktober 2023 dan terus berlanjut hingga awal 2024.
Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, tujuh daerah tersebut diperkirakan tedampak El Nino yang cukup parah. Hujan akan turun sangat jarang sehingga berpotensi menciptakan kondisi kekeringan.
"Jadi, itu daerah yang perlu diwaspadai dari bulan Agustus hingga Oktober 2023, sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa, prediksinya akan mengalami hujan yang sangat kecil kecuali spot-spot yang memiliki topografis tinggi," ujar Ardhasena dalam Focus Group Discussion Antisipasi El Nino di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, dikutip Rabu (27/9/2023).
Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai oleh warga RI di periode Agustus hingga Oktober 2023. Kekeringan akibat El Nino di daerah-daerah tersebut bisa memicu gagal panen.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional juga mengungkapkan dampak ngeri dari cuaca ekstrem panas mendidih di RI. Bahkan, ada wilayah di Indonesia yang sudah 3 bulan tidak turun hujan.
Erma Yulihastin, Peneliti Ahli Utama Kepakaran Klimatologi dan Perubahan Iklim di BRIN, mengaku telah melakukan survei ke beberapa wilayah di Jawa soal dampak El Nino.
"Pulau Jawa itu sudah 3 bulan tidak hujan di timur," katanya dalam wawancara dalam program Profit di CNBC Indonesia TV, Jumat (29/9/2023).
Kondisi ini, menurutnya, akan terus berlanjut hingga 3 bulan ke depan karena cuaca kering masih terus berlanjut.
"Tiga bulan ke depan berarti akan continue akan berlanjut kekeringannya. Bengawan Solo seperti apa? Pasti berkurang. Kali Brantas seperti apa. Nah itu penting banget, Pulau Jawa dulu yang harus diselamatkan," kata Erma.
Pemerintah harus mengatisipasi defisit air selama 3 bulan ke depan di Pulau Jawa sebagai sentra pangan nasional untuk menghindari paceklik. Setelah itu, perhatian pemerintah harus diarahkan ke potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
"Antisipasinya tiga lokasi tersebut karena berhubungan dengan pertama pertanian soal pangan. Kedua, ini akan mensuplai asap itu yang harus ditekan diredam," kata Erma.
BMKG meminta Kementerian Pertanian untuk melakukan upaya-upaya yang cepat. Apalagi, menurutnya wilayah pertanian banyak terdapat di Jawa Barat yang diprediksi akan mengalami dampak El Nino yang cukup parah.
"Jawa Barat ini banyak sawah, kalau mereka terkena dampak El Nino yang cukup parah, maka harus melakukan langkah siaga, seperti mengelola air hujan, atau memanen air hujan seperti di Sulawesi Tengah." tuturnya.
🔗 Sumber : Cnbcindonesia.com
"𝓢𝓪𝓵𝓪𝓱 𝓼𝓪𝓽𝓾 𝓼𝓾𝓶𝓫𝓮𝓻 𝓫𝓮𝓷𝓬𝓪𝓷𝓪 𝓪𝓭𝓪𝓵𝓪𝓱 𝓭𝓲𝓴𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓼𝓲𝓴𝓪𝓹 𝓶𝓪𝓷𝓾𝓼𝓲𝓪 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓽𝓪𝓴 𝓶𝓮𝓶𝓹𝓮𝓻𝓱𝓪𝓽𝓲𝓴𝓪𝓷 𝓭𝓪𝓷 𝓹𝓮𝓭𝓾𝓵𝓲 𝓽𝓮𝓻𝓱𝓪𝓭𝓪𝓹 𝓪𝓵𝓪𝓶."
--------------------------------
Find us👇🏻
Website : himafiaunsri.com
Email : unsri.himafia@gmail.com
Line : @398vhmvl
Instagram : himafia_unsri
Twitter : himafiaunsri
YouTube : Himafia Unsri
Ig Sosmasling : sosmasling_himafia
Departemen Sosmasling
BPH HIMAFIA UNSRI 2023
#BeritaIsuIsuSosial
#KabinetAksaraLaksana
#HimafiaUnsri
#SatukanAsaUntukFisikaBerkarya
(0) Comment